ASI (Air Susu Ibu) tidak asing bagi masyarakat umum, terutama bagi kaum ibu-ibu, namun dalam prakteknya hanya sedikit yang memberikan ASI Eksklusif (pemberian air susu ibu saja tanpa minuman dan makanan lain selama 6 bulan). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, cakupan pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan sebesar 27,2 persen. Jika dilihat lebih detail, pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6 bulan bahkan hanya 15,3 persen.
Menurut Budihardja (Kompas, 30/3), terjadi penurunan pemberian ASI pada bayi 0-6 bulan. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan, tahun 2002 pemberian ASI masih 40 persen dan pada 2007 turun menjadi 32 persen.Berdasarkan Riskesdas 2010, jenis makanan prelaktal yang paling banyak diberikan ialah susu formula (71,3 persen). Makanan prelaktal ialah makanan atau minuman yang diberikan kepada bayi baru lahir. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan kurangnya pemahaman ibu dan keluarga tentang manfaat ASI sehingga hal ini berpengaruh terhadap tindakan ibu dalam pemberian ASI kepada anaknya.
Manfaat pemberian ASI
Pemberian ASI Ekskklusif sangat bermanfaat baik bagi ibu, bayi maupun keluarga. Pertama, pemberian ASI kepada bayi pada 1 jam setelah lahir dapat menurunkan angka kematian ibu karena gerakan bayi dalam menyusu membantu menghentikan pendarahan pada ibu. Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia yang juga dokter spesialis anak, Utami Roesli, mengatakan, hasil penelitian Karen M Edmond di Ghana terhadap 10.947 bayi, inisiasi menyusui dini (IMD) menurunkan angka kematian bayi neonatus hingga 22 persen. Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Pediatric tahun 2006. Sementara pemberian ASI dapat menurunkan angka kematian bayi hingga 13 persen. Kedua, Pemberian ASI pada bayi akan meningkatkan perlindungan terhadap banyak penyakit seperti radang otak dan diabetes dan membantu melindungi dari penyakit-penyakit biasa seperti infeksi telinga, diare demam dan melindungi dari Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak pada bayi. Ketiga, Pemberian ASI akan menghemat pengeluaran keluarga yang digunakan untuk membeli susu formula dan segala perlengkapannya.dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.
Tantangan Promosi Kesehatan ASI Eksklusif
Dalam melakukan promosi pemberian ASI Eksklusif kepada bayi selama 6 bulan tidak mudah dilakukan, bukan berarti tidak bisa dilakukan oleh semua pihak. Ada beberapa tantangan dalam melakukan promosi ASI Eksklusif, Pertama, Promosi ASI Eksklusif kalah cepat dengan promosi susu formula hal ini disebabkan biaya promosi yang sangat mahal sehingga hal ini berdampak pada pemahaman masyarakat bahwa susu formula bayi sangat bayi. Kedua, ibu yang tidak memberikan ASI kepada anaknya dengan alasan: ASI yang tidak banyak atau tidak keluar, anatomi payudara ibu bermasalah, tradisi di masyarakat yang tidak mendukung, kurangnya dukungan suami/keluarga kepada ibu untuk member ASI Eksklusif, perempuan pekerja baik negeri/swasta sehingga tidak sempat member ASI. Ketiga, petugas kesehatan, sebagai reinforcing factor (faktor penguat) sangat berperan terhadap tindakan ibu dalam pemberian ASI. Dalam prakteknya, malah sebagian petugas kesehatan menganjurkan ibu untuk memberi susu formula dengan alasan ASI ibu tidak keluar/sedikit, dan adanya insentif yang didapat jika petugas kesehatan member susu formula. Keempat, belum adanya peraturan dari pemerintah dalam mempromosikan ibu dalam pemberian ASI Eksklusif.
Tantangan di atas bukan berarti tidak bisa kita selesaikan, tinggal bagaimana menyelesaikannya sesuai dengan porsi masing-masing. Salam sehat.!!

